Cak Imin Digandeng Anies, Peluang Yenny Wahid Digaet Jadi Cawapres Terbuka

Berita, Teknologi137 Dilihat

Jakarta: Masuknya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Cak Imin menjadi bakal calon wakil presiden Anies Baswedan yang didukung Partai NasDem dinilai menguntungkan posisi Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid. 

Pernyataan ini disampaikan Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta, Ujang Komarudin. Menurut, Ujang peluang Yenny Wahid menjadi cawapres pendamping Ganjar atau Prabowo semakin besar. 

Sebelumnya Muhaimin Iskandar berada di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra. Seiring berjalannya waktu, anggota koalisi ini bertambah dengan masuknya Partai Golkar dan PAN belakangan koalisi ini namanya berubah menjadi Koalisi Indonesia Maju. 

“Dengan membelotnya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ke koalisi NasDem, maka yang diuntungkan posisi Yenny Wahid. Jadi semakin besar peluang Yenny jadi cawapres pendamping Prabowo maupun Ganjar,” kata Ujang Komarudin di Jakarta, Jumat, 1 September 2023. 

 

Ujang mengatakan, dalam beberapa kesempatan Yenny Wahid memperlihatkan dia tidak nyaman ketika satu gerbong bersama Cak Imin. Sebab, dualisme PKB yang sempat terjadi yang berakibat lengsernya Gus Dur dari jabatan Ketum PKB saat itu.

“Maka, dengan pindahnya Cak Imin dari gerbong Prabowo ke gerbong Anies, ini membuka peluang bagi Yenny Wahid untuk bergabung,” jelasnya. 

Di sisi lain, belakangan ini banyak dukungan terhadap Yenny Wahid untuk maju di Pilpres baik itu dari kiai, santri maupun kelompok masyarakat yang menginginkan ada representasi Nahdlatul Ulama (NU) pada Pilpres 2024. 

“Jadi ada dorongan dari bawah untuk Yenny Wahid, karena dia memiliki basis kekuatan di akar rumput,” ucapnya. 

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, hal tersebut akan menjadi modal bagi Yenny Wahid sebagi salah satu bahan pertimbangan bagi koalisi yang ingin menggandengnya. 

Baca Juga  Ketersediaan Dokter di Indonesia Masih Kurang, Begini Cara Mengatasinya

Sebab, pada Pilpres 2024 nanti semua capres akan berusahan menggandeng wakilnya dari kalangan NU baik itu Prabowo, Anies, maupun Ganjar. Dalam konteks ini, Yenny Wahid menjadi yang paling kental dengan nuansa NU karena dia cicit dari pendiri NU dan putri dari Gus Dur. 

“Yenny ini representasi tokoh politik perempuan Nahdliyyin yang dekat dengan akar sosiologis basis NU. NU akar rumput dan Gusdurian sangat meninginkan dia jadi cawapres,” katanya. 

Dengan demikian, lanjut Ujang, Yenny Wahid memiliki posisi tawar yang bagus untuk dipertimbangkan bagi semu capres yang butuh suara dari kalangan NU. 

“Hampir setiap Pilpres kita, ada representasi NU dan sangat berpengaruh dalam mendongkrak elektoral pasangannya. Jadi 2024 menurut saya, sangat logis kalau tokoh-tokoh NU kembali dipertimbangkan di sejumlah simulasi capres. Saya kira nama Yenny Wahid berada di urutan paling atas untuk sebagai pertimbangan politik koalisi capres. Satu karena di jelas-jelas NU, kedua tokoh perempuan, dan ketiga memang basis wilayah pengaruhnya di Jawa Timur,” tukasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

((WHS))

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *