FYI Bos Sawit! Ringgit Malaysia Ambrol, Harga CPO Pesta Pora

Berita, Teknologi137 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau menguat di sesi awal perdagangan awal pekan, Rabu (30/8/2023) melanjutkan reli sejak perdagangan kemarin di dukung oleh beberapa sentimen positif.

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau menguat 0,69%% ke posisi MYR 3.957 per ton pada pukul 08:00 WIB. Dengan ini, harganya masih optimis bercokol di level 3.900 empat hari beruntun sejak pekan lalu.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (29/8/2023) harga CPO ditutup menguat 0,51% ke posisi MYR 3.930 per ton. Dengan ini, secara mingguan turun 0,81%, sementara secara tahunan juga mengalami koreksi tajam 5.58%.



Belakangan harga CPO tampak bergerak fluktuatif. Serangkaian sentimen positif dan negatif tampak begitu berpengaruh terhadap harga CPO. Itulah sebabnya, sehari terkoreksi, namun bisa saja esok harinya melesat.

Menguatnya harga CPO dibantu oleh melemahnya ringgit, meskipun kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan melemahnya minyak nabati saingannya membatasi kenaikan.

“Pelemahan ringgit membantu menaikkan harga hari ini, meskipun produksi mendapatkan daya tarik di Malaysia dan permintaan masih lesu, sehingga pasar secara keseluruhan masih rentan untuk menjual dengan kekuatan,” kata Paramalingam Supramaniam, direktur pialang Pelindung Bestari yang berbasis di Selangor yang dikutip dari Reuters.

Ringgit Malaysia (MYR), mata uang perdagangan sawit kemarin menguat 0,19% terhadap dolar, namun tetap berada pada level terendah dalam dua bulan. Melemahnya ringgit membuat minyak sawit lebih menarik bagi pemegang mata uang asing.

Dari sisi minyak saingannya, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian, DBYcv1, turun 0,9%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 merosot 0,5%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,3%.

Baca Juga  Destinasi Wisata di Indonesia Ini Jadi Pilihan Kimbab Family

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait saat mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

India diperkirakan akan mengalami curah hujan monsun terendah dalam delapan tahun terakhir, dengan pola cuaca El Niño terlihat mengurangi curah hujan di bulan September setelah bulan Agustus yang diperkirakan akan menjadi bulan terkering dalam lebih dari satu abad, dua pejabat departemen cuaca mengatakan kepada Reuters pada hari Senin.

Ekspor produk minyak sawit Malaysia selama 1-25 Agustus turun antara 4,3% dan 7,8%, kata perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia dan surveyor kargo Intertek Testing Services pada hari Jumat.

Ekspor minyak sawit Indonesia, termasuk produk olahannya, pada bulan Juni mencapai 3,45 juta ton, sedangkan stok pada akhir Juni mencapai 3,69 juta ton, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.

Menurut analis teknikal Wang Tao, yang dikutip dari Reuters, harga CPO terlihat netral pada kisaran MYR 3,909-3,963 per ton, dan penurunan nilai ini dapat memberi petunjuk arah.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


‘Mati Suri’ Empat Hari Beruntun, Harga CPO Akhirnya Bangkit

(aum/aum)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *