Huru-Hara Merger, NOBU Ambles, BABP Ngacir

Berita, Teknologi163 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Dua saham emiten perbankan yang hingga hari ini masih hangat diperbincangkan terkait proses merger keduanya yakni PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) cenderung berlawanan arah pada perdagangan sesi I Jumat (1/9/2023).

Per pukul 09:25 WIB, saham NOBU kembali ambles 3,65% ke posisi Rp 660/saham. Namun, untuk saham BABP berhasil rebound dan melesat 1,19% menjadi Rp 85/saham.

Pergerakan saham NOBU dan BABP yang saling berlawanan arah di awal perdagangan sesi I terjadi di tengah maju-mundur proses merger keduanya.

Merger BABP-NOBU berpotensi batal karena keduanya dilaporkan telah memenuhi ketentuan modal inti Rp 3 triliun yang diwajibkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Hal ini pun membuat merger keduanya tak lagi menjadi hal penting. Untuk diketahui, kedua bank memang telah memenuhi modal inti minimum. Pada April lalu, BABP mengumumkan telah memenuhi modal inti mencapai Rp 3,3 triliun. Sementara NOBU tercatat telah memenuhi modal inti Rp 3 triliun.

Namun, dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menginginkan proses merger keduanya tetap dilanjutkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyatakan, meskipun kewajiban pemenuhan modal inti minimal Rp 3 triliun kedua bank telah terpenuhi, tetapi merger tetap harus berjalan sesuai komitmen kedua bank/pemegang saham pengendali terakhir (PSPT).

“Merger Nobu dan MNC adalah wujud komitmen dari pemegang saham kedua bank tersebut secara B2B (business-to-Business) dalam rangka mendukung konsolidasi dan penguatan industri perbankan sehingga merger tersebut mesti terwujud dengan baik sesuai rencana (point-of-no-return),” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, menjawab pertanyaan Rapat Dewan Komisioner (RDKB) OJK April 2023, Kamis (8/6/2023).

Baca Juga  Rumahsakit Lepas Single Baru tentang Menghadapi Tantangan Hidup

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memastikan bahwa proses merger antara BABP dan NOBU bisa rampung. Sebab, proses konsolidasi ini bukan merupakan paksaan dari otoritas tetapi merupakan keputusan sukarela dari dua bank milik dua konglomerat kelas kakap itu.

Sebelumnya, ia menyampaikan bahwa proses merger kedua bank ini akan rampung Agustus. Tetapi hingga sudah memasuki September, belum ada tanda-tanda sudah terleburnya MNC Bank dan Bank Nobu.

Keterlambatan ini justru dinilai sebagai waktu bagi bank milik Grup Lippo dan Grup MNC itu dalam memantapkan proses ‘perkawinan’ ini. Sebab persoalan yang dibahas bukan hanya soal kepemilikan saham. Melainkan juga penetapan prioritas kegiatan usaha.

Persoalan merger NOBU-BABP membuat BABP memberikan keterangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). BABP menyatakan menyatakan tidak akan melakukan aksi korporasi yang memengaruhi pencatatan saham perusahaan di busa, setidaknya dalam tiga bulan ke depan.

“Saat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi yang berakibat pada pencatatan saham Perseroan di Bursa,” ujar Corporate Secretary MNC Bank Heru Sulistiadhi dalam keterbukaan informasi, Kamis (31/8/2023).

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Merger MNC Bank & Nobu Milik Orang Terkaya RI Rampung Agustus


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *