Lestari Moerdijat: Segera Antisipasi Dampak Kekeringan di Tanah Air

Berita, Teknologi133 Dilihat

Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mengatakan dampak kekeringan mulai terlihat di Pulau Jawa. Bahaya kekurangan air bersih dan kebakaran yang mengancam masyarakat harus segera diantisipasi. 
 
“Ancaman kekeringan dan kebakaran mulai terlihat sebagai dampak dari perubahan iklim yang terjadi. Upaya antisipasi untuk menekan dampak tersebut meluas harus segera dilakukan,” kata Rerie melalui keterangan tertulis, Minggu, 27 Agustus 2023.
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 28 kecamatan di Jawa Barat mengalami bencana hidrometeorologi kekeringan hingga 23 Agustus 2023. Bencana serupa juga terjadi di lima kabupaten di Jawa Tengah dan satu kabupaten di Jawa Timur. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, ancaman kekeringan tersebut harus segera mendapat perhatian para pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah. Mengingat, kekurangan air bersih bisa berdampak pada aspek kesehatan masyarakat. 
 
“Merujuk catatan UNESCO, rata-rata hak manusia atas air yaitu sebesar 60 liter per orang per hari. Sedangkan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum juga membagi standar kebutuhan air bersih berdasarkan wilayah,” paparnya.
 

Ia mengatakan standar kebutuhan air bersih masyarakat perdesaan rata-rata 60 liter per kapita per hari. Lalu, warga kota kecil 90 liter per kapita per hari, warga kota sedang dengan kebutuhan air bersih 110 liter per kapita per hari. 
 
Kemudian, warga kota besar dengan kebutuhan air bersih 130 liter per kapita per hari. Sementara, kebutuhan air bersih warga metropolitan  150 liter per kapita per hari.
 
“Berdasarkan angka kebutuhan air bersih itu, warga metropolitan merupakan kelompok yang paling terancam bila menghadapi kekeringan,” terang Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
 
Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) II Jawa Tengah itu menilai dengan mulai kekeringannya 16 kabupaten di Pulau Jawa, ancaman kekurangan air bersih mulai menghampiri perdesaan, kota kecil dan kota sedang.  Ia sangat berharap masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah mulai mengambil langkah untuk mengatasi ancaman kekurangan air bersih itu. 
 
Rerie mendorong perencanaan pengembangan wilayah di setiap daerah mengantisipasi sejumlah potensi ancaman bencana akibat perubahan iklim. Setiap daerah, menurut dia, harus memiliki kawasan tangkapan air hujan, menggencarkan penghijauan, dan sosialisasi penghematan pemanfaatan air bersih.
 
“Sehingga ketersediaan air bersih bagi daerah tersebut tetap terjaga,” ungkapnya.
 
Rerie juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup yang bijaksana dalam memanfaatkan air bersih dalam keseharian. Sehingga, dampak perubahan iklim dapat ditekan secara signifikan.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(AGA)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Udara Tembus 40 Derajat Celsius, Belasan Penonton Konser Snoop Dogg Dilarikan ke RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *