Rugi Investasi Bodong Rp139 T, Setara Bangun 12.600 Sekolah

Berita, Teknologi140 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Investasi bodong semakin menjamur. Bahkan, kerugiannya diperkirakan setara dengan membangun ribuan sekolah dan jalan tol di Indonesia.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kerugian yang dilaporkan masyarakat akibat investasi ilegal sejak 2017 sudah mencapai Rp139 triliun. Padahal, jika nominal kerugian tersebut digunakan untuk anggaran pembangunan, nilainya setara dengan membangun 12.600 sekolah baru.

Selain itu, triliunan kerugian akibat investasi bodong itu setara dengan membangun 504 rumah sakit baru, 1.260 km jalan tol yang setara dengan perjalanan Medan sampai Palembang, dan 3.200 km rel kereta api baru,setara perjalanan dari Balikpapan-Pontianak.

Bila menilik dari laporan yang telah ada, bentuk investasi bodong bisa beragam, salah satunya adalah robot trading. Beberapa waktu lalu, kasus robot trading ini pun sempat viral.

Untuk diingat, kasus penipuan investasi bodong dilakukan crazy rich asal Surabaya Wahyu Kenzo. Ia dijerat penipuan dan pelanggaran ITE soal robot trading Auto Trade Gold (ATG). Jumlah keuntungan Wahyu dari dugaan tersebut sebesar Rp 9 triliun dari hasil menipu robot trading ATG.

Korbannya pun mencapai 25 ribu orang dan tidak hanya di Indonesia, bahkan sampai luar negeri. Wahyu menggaet anggota ATG dengan menawarkan keuntungan hingga Rp 40 juta dengan hanya bermodal internet dan handphone.

Lantas, OJK tidak diam saja atas berbagai kasus investasi bodong yang ada. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya terus mendorong edukasi agar masyarakat tidak terjerat investasi ilegal.

Selain itu, OJK juga menggandeng BEI untuk melakukan pengembangan notasi khusus dan papan pemantauan khusus terhadap emiten-emiten yang sekiranya berisiko untuk investor.

Baca Juga  Grup Keuangan Jepang Borong 13,5 Juta Saham Venteny Fortuna

Di sisi lain, OJK juga terus menjalankan kewenangan disgorgement. Hal ini membuat OJK dapat meminta pelaku kejahatan keuangan untuk mengembalikan kerugian korban.

“Sederhananya, duit dari fraud, kita ambil, bukan diserahkan ke negeara, tapi kita berikan ke investor yang rugi,” jelas Inarno dalam sambutannya di acara Like IT series #2 di Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa, (29/8/2023).

[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *