Sebulan Saham AMMN Cuma Merah Sekali, Udah Naik 167,26%

Berita, Teknologi137 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia milik Grup Salim yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terpantau masih menguat pada perdagangan sesi II Kamis (31/8/2023).

Per pukul 15:23 WIB, saham AMMN menguat 0,67% ke posisi Rp 4.530/unit. Saham AMMN pada hari ini diperdagangkan di kisaran harga Rp 4.460 – Rp 4.550 per unit.

Bahkan sepanjang perdagangan Agustus 2023, saham AMMN hanya mencetak koreksi satu kali saja, yakni pada perdagangan 1 Agustus lalu. Dalam sebulan terakhir, saham AMMN sudah melejit hingga 60,42%.

Adapun dari harga IPO-nya, saham AMMN sudah meroket hingga 167,26%. Sedangkan dari perdagangan perdananya, saham AMMN sudah terbang 158,12%.

Saham AMMN sudah ditransaksikan sebanyak 6.323 kali dengan volume sebesar 49,55 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 224,3 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 326,5 triliun.

Hingga pukul 15:23 WIB, di order bid atau beli, antrian beli pada harga Rp 4.500/unit, menjadi yang paling banyak pada sesi II hari ini, yakni mencapai 21.489 lot atau sekitar Rp 9,7 miliar.

Sedangkan di order offer atau jual, antrian jual di harga Rp 4.540/unit, menjadi yang paling banyak di sesi II, yakni mencapai 44.516 lot atau sekitar Rp 20,2 miliar.

Saham emiten pertambangan tambang dan emas yang juga merupakan emiten Grup Salim ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli lalu. Sejak melantai, saham AMMN terpantau hanya terkoreksi beberapa hari saja.

Di lain sisi, tembaga merupakan satu-satunya jenis logam dasar dengan harga jual yang tetap tangguh, sehingga memberikan implikasi positif terhadap prospek saham AMMN.

Baca Juga  Rugi Investasi Bodong Rp139 T, Setara Bangun 12.600 Sekolah

Hal ini karena rendahnya suplai tembaga global dan transaksi ke logam hijau menjadi penopang tetap kuatnya harga tembaga hingga kini, meskipun ekonomi global dan kecenderugan resesi ekonomi China melanda pasar.

Amman lewat anak usahanya PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tengah mengembangkan fase 7 dan 8. Dengan begitu diperkirakan bisa memperpanjang usia tambang Batu Hijau.

Perseroan juga akan mempersiapkan proyek eksplorasi Elang. Diperkirakan operasional penambangan berlangsung pada 2031 hingga 2046.

AMMN juga sedang mengerjakan pembangunan smelter. Ini akan memiliki sejumlah fasilitas pendukung, yakni power plan dan pengembangan pabrik konsentrator untuk mengelola hasil tambang jadi produk konsentrat.

Per akhir Juni 2023 lalu, progress smelter sudah 58,5% dan ditargetkan tuntas pada Mei 2024. Hal tersebut masih menjadi fokus perusahaan.

Dari pemegang sahamnya per 31 Juli 2023, PT AP Investment menjadi pengendali AMMN, yakni sebanyak 11.204.034.620 lembar atau sekitar 15,58%.

Kemudian ada PT Sumber Gemilang Persada yang menggenggam sebanyak 23.332.191.394 lembar atau sekitar 32,44%, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebanyak 15.167.510.552 lembar atau 21,09%, PT Alpha Investasi Mandiri sebanyak 5.156.437.390 lembar atau sekitar 7,17%, PT Pesona Sukses Cemerlang sebanyak 4.729.377.112 atau sektiar 6,58%.

Terakhir yakni masyarakat publik non warkat menggenggam sebanyak 12.326.330.588 lembar atau setara dengan 17,14%.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *