Segmen Mikro Jadi Penjaga Gawang Pertumbuhan Kredit BRI

Berita, Teknologi147 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI mencatatkan kinerja semester I-2023 yang positif, dengan laba bersih Rp 29,56 triliun, naik 18,7% secara tahunan (yoy).

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan kinerja solid itu tidak terlepas dari pertumbuhan kredit yang mengungguli industri perbankan.

Adapun, penyaluran kredit BRI secara konsolidasi hingga semester I 2023 mencapai Rp 1.202,13 triliun, naik 9,17% yoy. Jumlah ini di atas rata-rata industri perbankan yang per Juni 2023 sebesar 7,8%.

Sunarso menyatakan bahwa pihaknya optimis dapat menggenjot pertumbuhan kredit 10% hingga 12% pada sisa 2023, sesuai dengan rencana perusahaan. Meskipun pertumbuhan kredit BRI pada paruh pertama tahun ini masih di bawah target, ia melihat potensi di paruh kedua tahun ini baik.

Terkait pertumbuhan kredit semester I-2023, Sunarso menyebut pendorongnya adalah segmen mikro yang tumbuh 11,41% yoy menjadi Rp 577,94 triliun. Dengan demikian kredit mikro berkontribusi 48,08% terhadap total penyaluran pembiayaan kepada pihak ketiga.

“Yang menopang kinerja BRI yang solid di semester I-2023, saya kira nggak bisa dipungkiri kita mampu menumbuhkan kredit outperform market. Itu yang pertama, kedua pertumbuhan kredit didominasi kredit segmen mikro karena mikro kita tumbuh 11,4% yoy saya kira ini paling menentukan,” ujarnya pada BUMN Report CNBC Indonesia, Kamis (31/8/2023).

Selanjutnya, kinerja itu juga didorong oleh efisiensi seperti rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berada di tingkat 66,62%, menurun dari Juni tahun lalu di tingkat 69,6%. Kemudian rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) per Juni 2023, mencapai 41,79%, turun dari setahun sebelumnya 44,30%.

Baca Juga  Keterbatasan SDM Bisa Hambat Inovasi Produk Asuransi

Di samping itu, BRI juga berhasil menurunkan biaya kredit, tercermin dari cost of kredit (CoF) semester I-2023 sebesasr 2,24%, turun dari setahun sebelumnya 3,11%. Maka dari itu, Sunarso yakin pihaknya dapat mengejar pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) menjadi 65,49%.

Hal lain yang mendorong kinerja solid BRI, lanjutnya, adalah fee based income BRI yang tumbuh double digit mencapai Rp 10,22 triliun.

“Itu antara lain melalui kelancaran transaksi, service, layanan dan lain-lain, kita punya super app yang kita sebut Brimo, itu sekarang sudah dipakai oleh 27,8 juta user dan itu naik 50,6%. Sangat signifikan kenaikan user daripada Brimo itu,” pungkas Sunarso.

Ia memaparkan nilai transaksi Brimo mencapai lebih dari Rp 1.370 triliun lebih per semester I-2023. Tidak hanya itu, pihaknya juga memiliki agen Brilink sebanyak 666.000, yang berada di gang perumahan dan di warung-warung sekitar. Volume transaksi agen Brilink selama enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 675,8 triliun.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BCA & BRI Saingan Jadi Raja KPR RI, Ini Kinerja Kreditnya

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *