Keren! Santri Malhikdua Sabet Juara 2 Debat Bahasa Arab di ISDC Qatar

Berita, Teknologi168 Dilihat

Jakarta: Santri Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Al Hikmah 2 (Malhikdua), Brebes mengukir prestasi di ajang International School Debating Championship 2023 (ISDC). Mereka meraih Runner up atau Juara 2 pada kompetisi debat bahasa Arab itu.
 
“Hasil ini merupakan kerja sama tim yang sangat luar biasa sehingga bisa sampai final. Ini juga tidak terlepas dari upaya siswa dan dewan guru Malhikdua, baik ikhitar lahir maupun batin. Kami cukup puas dan bangga dengan perolehan ini,” ujar guru pembimbing, Sutanto, dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 September 2023.
 
Guru lulusan Universitas Al Azhar Cairo tersebut menuturkan keikutsertaan Malhikdua dalam kompetisi ini merupakan mimpi besar sejak 2017. Sebelumnya, tim Malhikdua meraih Juara 3 pada debat bahasa Arab tingkat ASEAN di International Islamic University Malaysia (IIUM) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Malhikdua selalu punya mimpi besar, salah satunya prestasi internasional yang perlu dicapai dalam bidang bahasa, di samping prestasi internasional bidang sains dan teknologi,” sebut Kepala Malhikdua, Sulkhi.
 
Dia menyebut prestasi yang lahir dari Qatar ini akan menjadi batu loncatan untuk bisa terus meraih prestasi lainnya. Sulkhi menyebut pihaknya tidak akan berhenti bermimpi, walaupun saat ini baru bisa di runner up.
 
Tim Debat Malhikdua, Ajid Maulana Izza, mengaku senang dan bangga bisa terlibat dan mewakili Indonesia. Ini pertama kalinya dia pergi ke luar negeri dan kagum dengan Qatar yang sangat maju di bidang pendidikan dan teknologi.
 
“Paling tidak ini memotivasi kami selaku siswa Program Keagamaan untuk bisa studi lanjut di universitas Qatar atau Timur Tengah lainnya. Saya dan teman-teman tetap merasa bangga atas capaian ini, membawa harum bangsa Indonesia di ajang bergengsi Internasional,” ujar dia.

Jalan panjang tim Malhikdua

ISDC 2023 adalah kompetisi debat bahasa Arab kasta tertinggi dalam kancah internasional yang diadakan oleh Qatar Debate bagian dari Qatar Foundation. Delegasi Malhikdua berangkat ke Doha setelah lolos babak penyisihan yang digelar daring pada 6-7 Mei 2023.
 
Delegasi Malhikdua terdiri atas empat siswa dan satu guru pembimbing. Pada babak pertama, Indonesia bertemu dengan Tunisia sebagai negara penutur asli.
 
Tim Indonesia harus mengakui keunggulan tim Tunisia. Pada ronde kedua dan ketiga, Indonesia berhasil mengalahkan tim Malaysia dan Singapura sehingga mengantarkan ke Final.
 
Pada Semi Final, Indonesia masuk pada kategori penutur Bahasa Asing/Arabic as Foreign Language (AFL) bersama Malaysia, Singapura, dan Kazakhstan. Dalam kategori ini, peserta masih bisa berjumpa dengan negara penutur asli/Native.
 
Babak Final diikuti tim Indonesia dan Singapura. Kedua negara mendapatkan nilai tertinggi pada babak sebelumnya. Indonesia dengan perolehan nilai tertinggi dan Singapura urutan kedua.
 
Tema debat yang diangkat pada babak final berhubungan dengan teknologi digital dan politik. Persisnya, terkait larangan bagi perusahaan sosial media menyediakan akun-akun pejabat dan politikus.
 
Mosi baru diberikan 20 menit sebelum debat dimulai. Sehingga, kedua tim harus jeli dalam menelaah dan menganalisis sesuai dengan problematika internasional dari sisi perpolitikan yang terjadi saat ini.
 
Pada babak final, Indonesia harus mengakui keunggulan Singapura dan menjadi Runner Up. Selamat untuk tim Malhikdua!
 

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(REN)

Quoted From Many Source

Baca Juga  1 Anak di Kedungkandang Meninggal, Kota Malang KLB Difteri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *